Novel Sleep With Strangers

Novel Sleep With Strangers

Baca Novel Sleep With Strangers Gratis Full Episode – Mau membaca novel terpopuler yang baru trending saat ini, namun kamu kehabisan ide novel apa yang harus dibaca?

Kamu bisa membaca novel online gratis lewat aplikasi novel digital maupun situs web yang menyediakan layanan membaca novel secara online dengan gratis.

Kini telah tersedia banyak sekali aplikasi penyedia baca novel online secara gratis yang bisa kamu gunakan untuk membaca novel seperti, MangaToon, NovelMe, NovelToon, Wattpad, Dreame Innovel, GoNovel, HiNovel dan masih banyak lagi.

Nah, Kali ini SenjaNesia akan bagikan link dan cara baca Novel Sleep With Strangers Full Episode karya Aurora Belle secara gratis dan lengkap.

Deskripsi Novel

Judul: Sleep With Strangers
Penulis: Aurora Belle
Penerbit: Novelme
Rating: 10.0 (Sangat bagus)
Genre: Romantis
Karya Lain: –

Sinopsis Novel Sleep With Strangers

Agni terlahir seperti bayi lainnya yang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi anugerah terindah bagi orang tuanya. Namun Agni memiliki kemampuan yang membuat dia berbeda dengan gadis lain seusiannya.

Agni mampu melihat sisa hari kematian manusia. Takdir memaksa Agni untuk menghadapi hal mengerikan. Dia melihat tanda kematian pada dirinya sendiri.

Dengan sisa waktu yang dia punya, Agni memutuskan untuk mencari Ibunya yang memilih hidup menyendiri. Perjalanan panjang untuk mencari Ibu, membuat Agni menyadari jika hidup bukanlah hanya tentang menunggu kematian.

Andra, pria misterius yang menjadi teman seperjalanan Agni adalah pria asing yang membuat Agni merasakan banyak pengalaman baru yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Andra membuat Agni ingin hidup lebih lama. Meski Agni tahu, hidupnya tidaklah lama.

***

Baca Juga: Novel Heart Breake

Baca Novel Sleep With Strangers Episode

Agni menatap lekat pada pria berwajah tampan yang tengah berdiri tepat di depannya.

“Kamu yakin?” tanya pria itu. Setengah berbisik di telinga Agni.

Agni mengangguk. Ketampanan pria itu membuat Agni jadi bisu.

“Let’s we do it!” Pria itu menaruh tangannya di kedua belah pipi Agni. Ciuman mesra yang kemudian mendarat di bibir Agni yang ranum.

Jantung Agni berdebar dengan sangat cepat. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Pria yang Agni tidak ketahui namanya itu, hanya mengatakan ‘kamu tidak perlu melakukan apapun. Aku yang akan memuaskanmu malam ini’.

Kalimat itu yang membuat Agni tetap berdiri diam saat pria berkulit putih itu melepaskan satu persatu pakaian Agni.

“Kamu punya tubuh yang indah.” Pria itu lantas mengecup setiap sudut tubuh Agni setelah memujinya beberapa kali.

Tangan kekar pria itu mendorong tubuh Agni hingga terjatuh ke atas ranjang besar. Agni tidak yakin, dia sedang berada di sebuah kamar hotel, atau di kamar tidur pria yang akan menjadikannya seorang ‘wanita’ seutuhnya.

“Kamu tidak akan menyesal.” Pria itu begitu percaya diri. Tubuhnya yang dipenuhi otot memang pantas dibanggakan. Agni dan mungkin gadis lain tentu tidak akan mampu menolak ajakan pria yang nyaris sempurna ini.

Agni mendesah sebelum membuka matanya dengan lebar. “Hah?!” Agni lalu mengerjapkan matanya beberapa kali. Dilihatnya sekeliling ruangan yang kini dikenalinya. Agni mengikuti kemana arah tangannya sedang berada.

“Ah. Sial!” Agni mengeluarkan tangannya dari dalam celana. “Ternyata cuma mimpi.” Agni senyum-senyum sendiri di dalam kamarnya yang didominasi warna monokrom.

Meski hanya mimpi, tapi Agni cukup bersyukur. Ini pertama kalinya dia bermimpi indah selama dua puluh tiga tahun hidupnya.

“Itu mimpi basah. Bukan mimpi indah.” Dana mencubit lengan Agni.

Agni menceritakan mimpi malamnya pada Madana, yang biasa dipanggil Dana.

“Siapa nama cowok itu?” tanya Dana sembari menaruh dua gelas minuman dingin di atas meja cafe yang sedang mereka datangi.

“Cowok yang mana?”

“Yang di mimpi kamu.”

“Oh, itu.” Agni lalu menggelengkan kepala. “Namanya juga mimpi.”

“Kalau mimpi orang lain, aku nggak begitu peduli. Tapi ini mimpi seorang Agni Gistara. Cenayang paling hebat di dunia.”

“Shut!” Agni buru-buru menutup mulut Dana.

“Sorry-sorry.” Dana bergegas meminta maaf. Sahabatnya itu memang tidak suka disebut sebagai cenayang, peramal, dan sebutan aneh lainnya.

Agni memang tidak menyukai sebutan itu. Bakat yang dia miliki bukanlah sebuah anugerah yang indah untuk Agni. Jika bisa, Agni justru ingin membuangnya. Dia ingin menjadi wanita normal yang menjalani hidup dengan normal pula.

“Hah!” Agni membuang pandangannya dari tatapan seorang pria yang melewati mejanya.

“Kenapa?” Dana bisa membaca gelagat ketakutan dari ekspresi wajah Agni. “Apa orang itu bakalan mati?”

Agni menatap mata Dana dengan nyalang. Dia heran karena Dana bisa bertanya hal yang menakutkan itu dengan mudahnya.

“It’s ok.” Dana lalu mengusap lengan Agni. “Semua orang pasti akan mati. Jadi jangan salahkan diri kamu.”

Agni tahu. Semua orang pun pasti tahu jika mereka akan menemui ajal, cepat atau lambat. Tetapi, bagaimana jika kalian bisa tahu kapan kematian itu akan datang?

“Hari ini!” Agni mengusap wajahnya sendiri. “Hari ini, orang itu akan mati.” Agni membicarakan pria yang barusan melewati meja yang dia dan Dana gunakan.

“Mungkin kita harus kasih tau?”

Agni menggelengkan kepala. “Nggak akan ada yang berubah walaupun kita kasih tau.”

“Setidaknya, dia bisa mempersiapkan diri.” Dana mengeluarkan ide bodohnya.

Agni selalu menyebut ide Dana sebagai kebodohan. Sebab ide-ide yang muncul dari Dana, tidak pernah berhasil.

“Ayo!” Dana menarik tangan Agni tanpa permisi.

Mereka mengikut pria yang memakai kemeja biru berlengan panjang, yang tadi Agni bicarakan.

“Kalian mengikut saya?” pria itu membalikkan tubuhnya. Menyadari jika dua gadis sedang mengikutinya.

Dana mengangguk untuk menjawab pertanyaan pria itu. “Kamu akan mati hari ini.”

“Hah?!” Pria itu menarik alisnya. Menatap Dana dan Agni dengan tatapan aneh. “Kalian nggak perlu begitu kalau mau kenalan dengan pria dewasa seperti saya.”

Dana dan Agni saling melemparkan pandangan. Orang itu mengira kedua gadis ini menyukainya.

“Kami bukan mau kenalan. Tapi bapak … eh mas … memang bakalan mati hari ini.” Agni membantu Dana berbicara. Walaupun dia bingung harus menyebut pria itu sebagai bapak atau mas.

“Cewek aneh!” Pria itu malah menghina Dana dan Agni.

“Kami nggak bohong!” Agni menarik tangan pria itu. “Mas bakalan mati hari ini. Mungkin saja serangan jantung…” Agni melihat gelas kopi dingin yang ada di tangan pria itu. “Atau mungkin, tertabrak mobil saat menyebrang…” Agni juga melihat jalan raya yang akan diseberangi pria itu. “Mungkin juga…”

“Cukup!” bentak pria itu sembari menyiram kepala Agni dengan kopi dingin yang ada di tangannya. “Saya nggak mau dengar lagi omongan aneh kalian.”

“Jangan keterlaluan!” Dana mendorong tubuh pria itu. Gadis itu juga berusaha membersihkan kepala Agni yang basah dengan air kopi. “Kami cuma kasih tau supaya anda bisa mempersiapkan diri…”

“Memangnya kalian Tuhan!” pria itu membentak lagi. “Cuma Tuhan yang tau kematian orang!”

“Dasar…”

Agni menarik tangan Dana sebelum gadis itu sempat melanjutkan makiannya. Agni tahu, kata-kata itu akan selalu datang padanya. Dan Agni juga tahu, tidak ada orang yang akan percaya tentang hari kematian.

“Aku minta maaf.” Dana mengeluarkan sapu tangannya untuk mengeringkan rambut Agni yang basah.

“Sudahlah. Nggak akan ada yang percaya dengan ucapanku.” Agni berjalan santai meninggalkan Dana.

Dana berdiri mematung di tempatnya. Di saat seperti ini, Agni lebih suka sendiri. Jadi Dana memilih untuk membiarkan sahabatnya pergi. “Aku percaya. Aku selalu percaya…” Dana menggumam sembari memperhatikan Agni yang semakin menjauh darinya.

Mungkin memang hanya Dana, satu-satunya orang yang selalu mempercayai ucapan Agni mengenai kematian. Orang lain memilih untuk tidak percaya.

Mungkin lebih tepatnya, mereka berusaha tidak percaya. Sebab manusia takut pada kematian. Mereka takut menghadapi hari akhir dari hidupnya. Makanya mereka memilih untuk tidak percaya daripada hidup dalam bayang-bayang kematian.

Agni juga ingin tidak mempercayainya. Namun sayangnya, apa yang dia lihat selalu menjadi nyata. Dia bisa membaca masa hidup seseorang dalam empat puluh hari terakhir kehidupannya.

“Ow!” Agni hampir terjatuh ketika tubuhnya ditabrak oleh seorang pria berjaket hitam yang baru keluar dari sebuah coffee shop yang memenuhi jalan di daerah Kebon Sirih.

“Sorry-sorry.” Pria itu hanya mengucapkan maaf sebelum bergegas masuk ke dalam mobilnya.

“Hah!” Agni menutup mulutnya yang menganga. “Nggak mungkin!” Mata Agni terbeliak melihat wajah pria yang menabraknya tadi.

Pria itu memberikan wajah dingin sebelum menutup pintu mobilnya dan melaju pergi meninggalkan Agni yang masih terpana.

“Oh my God!” Agni mengigit bibir bawahnya. Dia tidak menyangka jika pria yang muncul di dalam mimpinya, benar-benar ada di dunia nyata. “Wah, aku jadi merinding.” Agni mengusap bulu kuduknya yang berdiri. Dia seperti bisa merasakan lagi lembutnya bibir pria itu. Agni juga jadi teringat pada kekarnya tangan pria yang mencumbunya dalam mimpi satu malam.

“Permisi…”

Agni membalik tubuhnya setelah mendengar suara seseorang menyapanya.

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya pria yang muncul dalam mimpi Agni.

Bersambung…

Bagaimana kisah cerita ini selanjutnya? Untuk baca novel yang bergenre romantis ini, kamu bisa membacanya melalui Aplikasi NovelMe yang dapat kamu unduh secara gratis di Play Store.

Kemudian setelah aplikasi tersebut terinstall di HP-mu > maka cari dikolom pencarian dengan judul lengkap “Sleep With Strangers” atau melalui link dibawah ini.

Link Baca Novel Sleep With Strangers Episode:

Klik Link diatas dan kemudian tekan tombol baca untuk mulai membaca novel ini secara lengkap dan gratis sampai dengan full episode completed.

Baca Juga: Novel Di Paksa Menikah

Akhir Kata

Nah, itulah dia review singkat dari SenjaNesia mengenai cara membaca novel Sleep With Strangers Gratis Lengkap Full Episode By Aurora Belle. Novel ini merupakan sebuah novel favorit yang sedang viral dan sangatlah cocok untuk dibaca bagi kamu yang suka novel bergenre romantis.

Bagaimana pendapatmu mengenai novel terbaru ini? Apakah memang seru untuk di baca? Silahkan berkomentar di kolom komentar dibawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *